Rabu, 03 Mei 2017

Saat Punya Wudhu, Suami Menyentuh dan Cium Istri, Apakah Batal? Berikut Jawabannya...

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalain mengetahui apa yang kalian katakan; dan jangan pula dalam keadaan junub, kecuali sekedar lewat, sampai kalian mandi; dan jika kalian dalam keadaan sakit, atau safar, atau salah seorang dari kalian datang dari tempat menunaikan hajat, atau kalian “menyentuh” perempuan, kemudian kalian tidak mendapatkan air maka bertayammumlah kalian dengan debu yang suci. Maka usaplah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian, sesungguhnya Allah itu adalah Maha memaafkan lagi Maha mengampuni.” (QS. An-Nisa:43)



Makna ayat di atas dapat disimpulkan secara ringkas sebabagi berikut :
Larangan mengerjakan shalat dalam keadaan mabuk.
Larangan shalat dalam keadaan junub,
Orang sakit boleh bertayammum
Musafir boleh bertayammum
Orang yang selesai buang air lalu ingin mendirikan shalat, maka ia harus tayammum jika tidak menemukan air.
Orang (Laki-laki) “yang menyentuh perempuan” lalu ingin mengerjakan shalat, maka ia harus bertayammum jika tidak menemukan air.
Bertayammum harus dengan debu yang suci
Tayammum hanya membasuh muka dan tangan.
Poin-poin di atas tentu harus diperjelas lagi, yaitu:
Orang sakit boleh bertayammum apabila sakitnya itu sangat menyulitkan untuk berwudhu, atau penyakitnya bertambah jika menyentuh air.
Musafir boleh tayammum karena rukhashah, tapi jika ia berwudhu tentu lebih utama (afdhal)
Keluar sesuatu dari dua jalan (BAB atau BAK) adalah sesuatu yang membatalkan wudhu. Dengan demikian, harus berwudhu jika ingin melakukan suatu ibadah yang hanya sah dengan wudhu seperti shalat dan thawaf atau menyentuh mushaf. Ketika tidak ditemukan air, maka boleh bertayammum.
“Menyentuh perempuan” juga termasuk perkara yang membatalkan wudhu.

Arti atau maksud dari  “menyentuh perempuan”  (لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ), para ulama berbeda pendapat. Dengan berbedanya pendapat dalam mengartikan kata tersebut, maka tentu juga berbeda pendapat dalam menghukumi batal wudhu karena bersentuhan dengan perempuan.

Berikut perbedaan pendapat mereka :

A. Madzhab Hanafi

Madzhab ini mengartikan “Menyentuh perempuan” dengan “Bersentuhan dua kelamin” atau berhubungan suami istri.

Madzhab ini berdalil dengan tafsir Ibnu Abbas RA bahwa arti “menyentuh perempuan” adalah Jima. Dengan demikian madzhab ini berpendapat bahwa bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan, baik suami mapun istri atau ajnabi (bukan mahram) tidak membatalkan wudhu.

B. Madzhab Maliki dan Hambali.

Kedua madzhab ini berpendapat bahwa makna “menyentuh perempuan” dalam suarat Aniisa ayat 43 di atas adalah dengan makna sebenarnya, yaitu menyentuh kulit antara laki-laki dan perempuan, bukan mengartikannya dengan jima’ sebagaimana yang diartikan ulama madzhab Hanafi

Menurut kedua madzhab ini, artti menyentuh perempuan adalah menyentuh perempuan dengan syahwat. Maksudnya adalah seorang laki-laki yang menyentuh kulit perempuan dengan syahwat (nafsu), maka batal wudhu’nya. Para ulama madzhab ini berdalil dengan beberapa hadits sebagai berikut :

“Dari Ibrahim At-Taymi dari Aisyah RA bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium sebagaian dari istri-istri beliau kemudian beliau shalat tanpa berwudhu” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i).

Hadits lainnya, masih riwayat Aisyah RA :

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Suatu malam aku kehilangan Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tempat tidur, kemudian aku mencarinya, lalu tanganku mengenai kedua telapak kaki beliau sebelah dalam ketika beliau sedang di tempat sujud”.(HR. Muslim dan Tirmidzi)
Dari kedua hadis di atas, tentu dapat difahami bahwa bersentuhan kulit antara Rasulullah SAW dengan Aisyah RA tentu tidak dalam keadaan syahwat. Dengan demikian, menurut madzhab ini , makna “menyentuh perempuan” dalam surat An-Nisa ayat 43 diartikan dengan “menyentuh kulit perempuan dengan syahwat”. Dengan begitu, bersentuhan kulit antara istri atau suami apabila disertai dengan syahwat adalah membatalkan wudhu. Tapi apabila bersentuhan kulit tidak disertai dengan syahwat maka tidak membatalkan wudhu.

Namun, Madhab Malik dan Hambali agak sedikit berbeda menghukumi persentuhan kulit laki-laki dan perempuan sebagai berikut :

– Madhab Maliki tidak membatasi apakah yang disentuh itu perempuan, laki-laki, anak kecil yang belum baligh, menyentuhnya dengan penghalang atau tidak. Patokannya adalah menyentuhnya dengan diiringi syahwat.

– Madzhab Hambali mensyaratkan bahwa yang disentuhnya itu adalah khusus perempuan (laki-laki tidak ternasuk ) dan tidak menggunakan penghalang. Apabila seorang laki bersentuhan kulit dengan perempuan  dan disertai syahwat dan tanpa penghalang, maka batal wudhu’nya walau pun kulit perempuan yang disentuhnya itu adalah jenazah.

Madzhab Syafi’i :

Madzhab ini berpendapat bahwa menyentuh kulit perempuan tanpa penghalang adalah batal wudhu, baik diringi syahwat atau tidak. Madzhab ini membatasi batalnya persentuhan dengan :
Batal apabila menyentuh yang bukan mahram. Yang dimaksud mahram di sini adalah mahram yang disebabkan karena keturunan (anak dengan orang tua, kakak dengan adik dll), atau karena persusuan, atau karena hubungan pernikahan (menantu dengan mertua). Adapun pesentuhan suami dan istri adalah batal.
Menyentuh lawan jenis yang bukan mahram tidak membatalkan apabila ia adalah anak kecil yang belum baligh dan secara adat tidak menimbulkan syahwat.

Dalil madzhab ini adalah :
Maksud “menyentuh perempuan” dalam surat An Nisa ayat 43 adalah menyentuh kulit, bukan jima’. Madzhab ini mengartikan kata tersebut secara tekstual, bukan kontekstual atau majaz.
Adapun hadis Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya kemudian shalat tanpa wudhu lagi adalah hadis lemah dan mursal sehingga tidak bisa dijadikan dalil.
Ada pun hadis Aisyah RA bahwa kedua telapak kaki Rasulullah SAW perah tersentuh tangan Aisyah RA ketiau beliau SAW sujud, diduga bahwa persentuhan tersebut disertai penghalang sehingga tidak langsung terkena kulit antara keduanya. Penghalang itu bisa saja kain atau selimut Aisyah RA.

Kesimpulan :

Bahwa masalah ini adalah perkara khilafiyah yang sudah sangat klasik. Oleh karena itu, janganlah dibesar-besarkan sehingga menjadi penyebab pecahnya ummat Islam.

Wallahu a’lam.

Ridwan Shaleh. (Pusatkajianhadis.com)

Sumber : Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, Alm. Syeikh Wahbah Zuhaili dan kitab-kitab lainnya.

Mengejutkan !! Jasad Adiknya Dia Buang ke Sumur dan Esoknya Jasadnya Hilang, 20 Tahun Kemudian, Jasad Mamanya Dia ...

Tragis kisahnya, tapi, benar - benar menginspirasi! Kasih orang tua memang tidak ada batasnya...
Dia bunuh adik perempuannya dan dibuangnya ke dalam sumur.
Esoknya, dia lihat jasad adiknya dalam sumur dan… Jasadnya hilang!



5 tahun kemudian, dia cekcok dengan temannya dan dia bunuh temannya. Sama, dibuangnya ke dalam sumur belakang rumahnya.
Esoknya, sama, jasad temannya juga hilang!

10 Tahun kemudian, dia bunuh rekan kerja yang dia benci, dia buang juga ke dalam sumur ini.
Dan hilang keesokan
harinya…
 20 Tahun kemudian, dia bunuh mamanya yang sudah tua bangka. Dibuangnya ke dalam sumur di belakang rumah.
Tapi kali ini, esok paginya, dia lihat, jasad mamanya masih di sana.

Oh mungkin belum hilang, lihat di hari ke-3, ke-4, tetap gak hilang – hilang!

Bahkan dihari ke-9 dan ke-10 juga,jasad mamanya belum hilang malah membusuh dan baunya menyengat!

Itu karena, orang yang mengurusi jasad – jasad yang dibunuh oleh anak ini, sudah mati di dalam sumur itu.

Cerita ini mengajari kita 1 hal.
Ayah dan ibu kita mencintai kita tanpa melihat apa kekurangan yang kita miliki.
Mereka melakukan sesuatu di belakang ktia yang tak pernah kita tahu, mungkin saja menutupi kesalahan kita atau menanggung semua kesalahan kita.
Jadi, ingat, telepon papa mama mu hari ini juga, dan ucapkan terima kasih untuk pengorbanan mereka selama ini.

Kisah Nyata: Pemandi Jenazah Ini Hampir Pingsan Melihat Mayat Wanita Menari-nari!!

Sebagai seorang pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia sama sekali belum pernah melihat pemandangan ganjil seperti ini. Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika langsung pingsan.




Beberapa keluarga mayat datang untuk berusaha menyadarkannya, setelah sadar ia segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya,

“Wahai saudariku yang kucintai karena Allah, seumur hidup baru kali ini saya melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari dan tubuhnya meliukliuk, apa yang sebenarnya dilakukan putrimu semasa hidupnya?”

Sang ibu dengan terisak mengisahkan kehidupan putrinya, bahwa semenjak remaja ia menggandrungi musik dan nyanyian. Ia sangat terobsesi dengan musik dan tarian, sangat susah bagi sang ibu untuk menasehatinya.

Ia senang menonton lagulagu favorit yang sedang hits dalam video klip, menyukai penyanyipenyanyi tersebut dengan penuh cinta. Hidupnya hanya di isi dengan menonton nyanyian dan mendengarkan musik.
Suatu hari gadis belasan tahun itu datang dalam sebuah pesta pernikahan, karena memang ia diundang oleh temannya. Dalam sebuah pesta tentu saja di dalamnya diisi nyanyian dan musik.

Maka ketika lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak dapat menahan dirinya untuk ikut berjoget dan menari. Mulailah ia menaridan bernyanyi dengan riangnya. Dalam keadaan yang sangat bersemangat itu tibatiba ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja besi yang ada di depannya.

Ia lalu pingsan dan tak sadarkan diri, orangorang di sekitarnya berusaha menolong, Namun sayang ia telah tiada. Dan, tubuhnya kaku (benarbenar kaku dan keras) tidak dapat digerakkan sama sekali. Dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar penjelasan sang ibu, Pemandi mayat yang juga ustadzah ini berusaha tenang ketika memandikan mayat gadis malang tersebut. ia pun berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Namun yang terjadi selanjutnya sungguh diluar dugaan, Karena jasad gadis tersebut benarbenar kaku seperti batu, ia tidak dapat menekukkan tangan sang mayat, akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam keadaan sebagaimana adanya.

Jika akhir hidup manusia yang menggemari para penyanyi seperti di atas mendapatkan hukuman seperti itu.

Subhanallah, Tidakkah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah? Tidak menjadi jaminan usia yang muda tidak akan diburu ajal?

Tidakkah kita takut ketika kita melakukan maksiat tibatiba Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak?

Semoga Allah menjadikan kita senatiasa istiqomah dalam ketaatan dan memberikan anugrah kematian khusnul khatimah. Aamiin.

Mengharukan !! Apa yang Dilakukan Wanita Ini Membuat Banyak Orang Merasa Malu ..

Sebagian orang memiliki kelebihan harta yang sebenarnya sudah bisa berqurban dengan satu ekor kambing atau 1/7 sapi secara patungan. Namun memang sifat manusia sulit mengeluarkan harta yang ia sukai. Padahal qurban mengandung hikmah dan keutamaan yang besar.


Kurban yang kita kenal biasa disebut dengan udhiyah. Secara bahasa udhiyah berarti kambing yang disembelih pada waktu mulai akan siang dan waktu setelah itu. Ada pula yang memaknakan secara bahasa dengan kambing yang disembelih pada Idul Adha.

Bagi anda yang saat ini kesulitan untuk mengeluarkan uang untuk berkurban, berikut kisah seorang tukang cuci yang mampu berkurban yang banyak membuat orang malu seperti dikutip dari Eberita.org:

Seorang pedagang hewan kurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli.

Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya, ”Kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembuk dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan kurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar… ,” terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya di rumah gubuk berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu.

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu, ”Sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar,” kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup.

Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keeMasya Allah ngganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan kurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Subhanallah... Ternyata Selama Kita Tidur Ruh Kita Pergi Ke Tempat Ini.. Beranikah Kalian Baca Ini

Tidur waktunya istirahat di mana kita ketahui bila otak dan tubuh kita semua mengambil waktu rehat setelah bekerja sepanjang hari. Namun, tidur juga kerap disangka sebagai kematian kecil yang berjalan pada manusia lantaran kurun waktu kita tidur, kita ada dalam kondisi tidak sadar. Di kenali juga bila roh kita bakal meninggalkan tubuh kita yang tengah terbaring di atas tempat tidur. Yang buat penasaran dan buat orang bertanya-tanya yakni apabila memang benar roh kita pergi saat kita tidur pulas, ke mana ia akan pergi?



Nyatanya Waktu Tidur Roh Anda Akan Pergi Ketempat Ini

Memanglah rasa-rasanya akan demikian sulit untuk kerjakan riset tentang hal sejenis ini, namun rupanya apabila membaca Al-Qur’an lewat cara jeli, jadi di sana sudah ada info lengkapnya di mana Allah menyatakan firman-Nya bila jiwa seseorang dipegang Allah waktu matinya orang itu dan jiwa seorang juga dipegang oleh-Nya walaupun belum mati dan pada waktu istirahat dalam tidur.


Jiwa orang itu ditahan oleh Allah yang sudah Ia tentukan kematiannya dan jiwa yang lain pasti akan dilepaskan oleh Allah sampai saat yang sudah ditetapkan. Sebenarnya dari situlah ada tanda sinyal kuasa Allah yang telah diperlihatkan pada mereka sebagian ahli yang disebut kelompok berpikir.

Roh manusia menurut Islam yakni seperti itu, yang dasarnya memang jiwa seorang manusia sudah jelas dipegang Allah waktu wafat, tetapi sesungguhnya yakni bila tidak hanya saat orang itu wafat saja jiwanya ada pada Allah
Allah juga bertanggung jawab dan menahan jiwa beberapa orang yang belum mati ; Dia menahannya waktu sebagian orang itu tengah istirahat dalam tidur. Itu tanda begitu besar kuasa Allah yang bertanggungjawab atas manusia ciptaan-Nya bukan hanya waktu mereka bangun tetapi juga waktu saat dalam keadaan tidur. Jadi, bisa di pastikan bila roh kita begitu aman karena jiwa kita dipegang oleh Allah sendiri.

Dari ayat itu, kita manusia jadi tahu benar kemana ruh pergi saat manusia tidur. Jadi, roh kita tidaklah jalan-jalan ke mana saja lewat cara asal-asalan tetapi memang jiwa kita dipegang lewat cara aman oleh Sang Pencipta kita sendiri. Oleh karena itu semestinya kita tidur seperti yang disabdakan oleh Rasulullah.

Rasulullah dalam sabdanya menuturkan bila seorang yang bangun dari tempat tidurnya, dan kembali pada, kainnya harus dikibas-kibaskan beberapa tiga kali terlebih dulu beranjak melanjutkan tidur dan naik ke atas tempat tidur lagi. Sebenarnya, orang itu tidak pernah tahu apa yang terjadi waktu dia meninggalkannya. Lantas apabila membaringkan tubuh, dianjurkan untuk membaca doa khusus menyebut nama Allah yang dasarnya berserah diri pada Allah dan mempercayakan hidup sepenuhnya di tangan-Nya yang memelihara hamba-hamba-Nya yang shalih.

Ada saran baik bila sebelumnya pergi tidur untuk beristirahat setelah selama seharian beraktivitas, janganlah lupa untuk kerjakan wudhu lebih dulu. Banyak yang meyakini bila kadang-kadang tidur yg tidak bisa nyenyak itu karena diganggu oleh makhluk halus dan semacamnya, jadi dengan berwudhu, hal sejenis ini akan melindungi kita dari masalah si jahat berupa apapun. Ditambah dengan doa yang dianjurkan lebih dahulu, makin lengkaplah senjata perlindungan yang kita punyai dan tidak butuh kuatir sebab Allah-lah yang berikan perlindungan sepenuhnya. Wudhu akan begitu bermanfaat untuk menjaga tubuh kita juga tetaplah dalam keadaan suci bahkan waktu sebelumnya tidur. Jadi, sudah jelas disini dan telah terjawab dimanakah ruh kita waktu tidur
azr.

Mengejutkan...!!! Ilmuwan Akhirnya Menemukan Alasan Mengapa Kapal dan Pesawat Menghilang Secara Misterius di Segitiga Bermuda! Berikut Penjelasannya...

Segitiga Bermuda dikenal menjadi salah satu tempat paling mematikan di bumi. Terletak antara Miami, Florida, Puerto Riko, dan Bermuda. Ratusan pesawat terbang dan kapal telah dilaporkan hilang di daerah tersebut.



Alasan mengapa? Tidak ada yang tahu. Itu selalu menjadi salah satu misteri terbesar sepanjang masa. Beberapa klaim bahwa makhluk luar bumi menduduki kawasan dan bertanggung jawab untuk aktivitas paranormal, tapi tentu saja, tidak ada seorang pun mampu membuktikan bahwa.
Pada tahun 1945, lima pembom torpedo Amerika dan pesawat dikirim di daerah. Tetapi mereka menghilang tanpa jejak. Yang paling terakhir adalah kapal kargo 'El Far' yang menghilang hanya tahun lalu, tahun 2015.

Tapi baru-baru ini, sekelompok ilmuwan klaim bahwa mereka telah memecahkan misteri di balik Segitiga Bermuda terkenal. Mereka dari University of Colorado dan mereka menemukan bahwa 'bom udara' mungkin yang bertanggung jawab untuk penghilangan misterius.

Hal ini setelah mereka menganalisis satelit cuaca gambar dari seri area dan pemberitahuan tidak biasa awan heksagonal. Ini 'bom udara', secara teoritis, meledakkan gelombang untuk lebih dari 45 kaki tinggi. Ini juga bisa melebihi 17-mil per jam. Kapal atau pesawat udara tidak akan mampu bertahan gelombang gelombang tersebut, menurut mereka.

Awan tidak seharusnya untuk membentuk garis lurus, apalagi heksagonal bentuk, dengan demikian, hal ini tetap suatu misteri sesuai kasus Segitiga Bermuda.
azr.

Naudzubillah Min Dzalik.. Cerita Mistis Kecelakaan di Ciloto Puncak, Jangan Pernah Berzina

Kecelakaan di Ciloto Puncak, Cianjur Jawa Barat, Minggu (30/4) menyisakan cerita mistis. Kecelakaan tragis itu menewaskan 11 orang.



Seorang penjaga warung di lokasi kejadian, Mak Acih (78) menceritakan, sehari sebelum kecelakaan, dia dan cucunya melihat bola api sedang terbang di lokasi kecelakaan. Bola api itu terbang mengarah ke kebun lokasi bus maut masuk jurang.

Kemudian pada hari Minggu sekitar pukul 03.00 dini hari, Ia kembali mendengar suara tangis seorang wanita tepat di dekat warungnya.

“Saya mau masak nasi sampai enggak jadi karena takut,” ucap wanita yang sudah 25 tahun berjualan itu.


Mak Acih menuturkan, jalur Puncak di Desa ciloto, Kecamataan Cipanas, Cianjur sudah sering memakan korban jiwa.

“Biasanya kalau beres kejadian suka ada yang ketok pintu warung. Tapi gak orang,” tambah Mak Acih.

Kondisi Ciloto Puncak yang menurun dan banyak tikungan tajam membuat jalur Puncak itu rawan terjadinya kecelakaan.

Dihuni Jin, Jangan Pernah Berzina

Warga Ciloto Puncak selalu mengaitkan kecelakaan maut di jalur Puncak dengan hal mistis. Warga percaya turunan Ciloto Puncak dihuni banyak jin.

Makhluk gaib itu sering marah lantaran lokasinya selalu dijadikan tempat maksiat. Karena itu, para jin selalu meminta tumbal.

Jalur Ciloto Puncak memang memiliki ratusan vila, hotel, dan para pekerja s3ks komersil (P*S**K). Tak heran, kawasan ini dijadikan sebagai salah

satu tempat favorit untuk berbuat mesum. Bahkan, para wisatawan lokal maupun mancanegara rela jauh-jauh datang ke tempat ini hanya untuk memadu kasih.

Kawasan dingin ini seringkali dijadikan sebagai tempat berzina. Para pengunjung menyalurkan libido mereka di hotel dan vila-vila yang disewakan.

Bahkan tak jarang pengunjung nekat memadu kasih di perkebunan teh yang membentang sepanjang Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.

Hal itulah yang membuat warga selalu mengaitkan  kecelakan di kawasan Puncak dengan cerita mistis. Mereka percaya penunggu Puncak marah akibat pengunjung sering berbuat zina.

“Logikanya kalau warga melihat orang berzina pasti marah dan di arak keliling kampung. Ya mahluk gaib pun sama. Mereka murka. Maka tidak heran, banyak kecelakaan yang menimpa pasangan muda-mudi,” tutur Mista (45) warga Desa Tugu Selatan kepada Radar Bogor (grup pojoksatu.id) beberapa waktu lalu.

Terlebih di km 89, lokasinya berdekatan makam keramat Si Kabayan di Telaga Warna. Lokasi ini diyakini warga setempat dijaga oleh siluman ular.

“Di sini katanya begitu. Dan km 89 itu kepalanya. Orang-orang yang niat berzina selalu ada saja kejadian. Kalau gak nabrak ya ketabarak. Tiap akhir pekan pasti ada yang jatuh. Walaupun tidak sampai meninggal,” terangnya.

Menurutnya, Puncak merupakan tempat peristirahatan, tempat menenangkan diri, bukan untuk berzina.

“Sejak zaman Presiden Soekarno, Puncak itu dijadikan tempat menyepi dan beristirahat. Jadi, kalau mau maksiat lebih baik jangan di sini deh, daripada celaka,” tandasnya.
azr.